Ad

Santai tapi Sarat Makna, Wabup Murung Raya Rahmanto Muhidin Sampaikan Refleksi Kepemimpinan di Hari Minggu


Puruk Cahu, Mediamura.com – Di tengah suasana santai akhir pekan, Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin menyampaikan pesan reflektif yang hangat dan penuh makna kepada masyarakat, Minggu (05/04/2026). 

Dengan gaya bahasa ringan dan diselingi humor, ia mengajak publik memahami dinamika kepemimpinan dari sudut pandang yang lebih manusiawi.
Mengawali pesannya, Rahmanto mengibaratkan momen tersebut sebagai waktu berbincang santai 

“sambil ngopi, bukan sambil sidang.” Ia menegaskan bahwa memimpin bukanlah sesuatu yang bisa berjalan instan atau selalu sesuai harapan semua pihak.

“Sebagai Wakil Bupati, saya sadar betul: memimpin itu bukan seperti pesan makanan online yang bisa langsung sesuai pesanan. Kadang justru datang ‘ekstra tantangan’ tanpa kita minta,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, ia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila hingga saat ini belum mampu memenuhi seluruh ekspektasi. Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembangunan.

Rahmanto mengibaratkan dirinya bukan sebagai sosok sempurna. “Saya bukan aplikasi yang bisa di-update tiap malam, juga bukan dukun yang bisa membuat semua beres dalam semalam,” ungkapnya dengan nada jenaka.

Lebih lanjut, ia menggambarkan komitmennya melalui analogi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menyebut dirinya seperti “nasi di dapur rakyat” yang mungkin sederhana, tetapi selalu berusaha hadir dan memberi manfaat.

Pesan tersebut juga menegaskan bahwa setiap kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah daerah bertujuan untuk melayani masyarakat Murung Raya dan Kalimantan Tengah secara maksimal, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.
“Kadang jalannya berliku, kadang juga seperti sinyal di pelosok—hilang muncul, tapi tetap dicari,” katanya.

Rahmanto juga menekankan bahwa menjadi pemimpin bukan soal mendapatkan popularitas semata, melainkan tentang konsistensi dalam bekerja di tengah berbagai penilaian publik.

“Jadi pemimpin itu bukan soal disukai semua orang, tapi soal tetap bekerja, bahkan ketika yang tepuk tangan sedikit dan yang mengkritik lebih ramai,” tambahnya.
Menutup pesannya, ia mengajak masyarakat untuk tetap menikmati hari Minggu dengan penuh kebahagiaan, meski dalam kesederhanaan.

“Kalau hari ini belum bisa bahagia karena saya, minimal jangan lupa bahagia karena kopi,” tutupnya.
Pernyataan santai namun penuh refleksi ini mendapat perhatian publik sebagai bentuk komunikasi yang lebih dekat antara pemimpin dan masyarakat, sekaligus menunjukkan sisi humanis dalam kepemimpinan daerah.

(Pengki)
Baca Juga:
https://www.mediamura.com/2026/04/santai-tapi-sarat-makna-wabup-murung.html

Berita Terbaru

  • Santai tapi Sarat Makna, Wabup Murung Raya Rahmanto Muhidin Sampaikan Refleksi Kepemimpinan di Hari Minggu
  • Santai tapi Sarat Makna, Wabup Murung Raya Rahmanto Muhidin Sampaikan Refleksi Kepemimpinan di Hari Minggu
  • Santai tapi Sarat Makna, Wabup Murung Raya Rahmanto Muhidin Sampaikan Refleksi Kepemimpinan di Hari Minggu
  • Santai tapi Sarat Makna, Wabup Murung Raya Rahmanto Muhidin Sampaikan Refleksi Kepemimpinan di Hari Minggu
  • Santai tapi Sarat Makna, Wabup Murung Raya Rahmanto Muhidin Sampaikan Refleksi Kepemimpinan di Hari Minggu
  • Santai tapi Sarat Makna, Wabup Murung Raya Rahmanto Muhidin Sampaikan Refleksi Kepemimpinan di Hari Minggu

Posting Komentar

Ad
Ad