Makna Hari Paskah dalam Kepemimpinan: Pesan Wakil Bupati tentang Melayani dengan Hati
Puruk Cahu, Mediamura.com — Dalam momentum perayaan Hari Paskah, seorang Wakil Bupati menyampaikan refleksi mendalam yang mengaitkan nilai-nilai spiritual dengan praktik kepemimpinan di pemerintahan. Ia mengajak masyarakat, khususnya umat Kristiani dan Katolik, untuk memaknai Paskah tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, pada tanggal 05/04/2026
Dalam keterangannya, ia menyampaikan ucapan Selamat Hari Paskah kepada seluruh umat Kristiani dan Katolik. Ia menilai Paskah merupakan perjalanan iman yang sarat makna, dimulai dari peristiwa penuh pengorbanan hingga kemenangan kehidupan.
Menurutnya, setiap rangkaian dalam pekan suci memiliki pesan penting bagi seorang pemimpin.
Pada Kamis Putih, misalnya, ia menekankan nilai kerendahan hati yang ditunjukkan melalui tindakan pelayanan. Ia menyebut bahwa kepemimpinan sejati bukanlah soal kekuasaan, melainkan tentang kesediaan untuk melayani masyarakat tanpa sekat.
“Jabatan bukan singgasana, tetapi jalan untuk mendekat kepada rakyat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti makna Jum’at Agung sebagai simbol pengorbanan. Dalam menjalankan tugas pemerintahan, kata dia, sering kali pemimpin dihadapkan pada keputusan sulit yang menuntut keberanian serta komitmen terhadap kebenaran dan kepentingan publik.
Sementara itu, Sabtu Suci dimaknainya sebagai refleksi kesabaran dalam proses. Ia mengakui bahwa dalam pembangunan daerah, hasil tidak selalu dapat dirasakan secara instan. Dibutuhkan ketekunan dan keyakinan bahwa setiap upaya akan membuahkan hasil pada waktunya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Minggu Paskah merupakan simbol kemenangan harapan atas keputusasaan. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak akan pernah benar-benar kalah.
Sebagai Wakil Bupati, ia mengaku menjadikan nilai-nilai Paskah sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang rendah hati, siap berkorban, sabar dalam proses, serta konsisten menumbuhkan harapan di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keberagaman dan memperkuat rasa persaudaraan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang merawat nilai keadilan, kemanusiaan, dan kebersamaan.
Di akhir pernyataannya, ia berharap semangat Paskah dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak dalam menjalankan peran masing-masing, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga cahaya kebangkitan senantiasa menyertai langkah pengabdian kita,” tutupnya.
(Pengki)
Posting Komentar