412 Peserta Ramaikan Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026, Murung Raya Perkuat Identitas Budaya Daerah
Puruk Cahu, Mediamura.com – Festival Budaya Tira Tangka Balang Tahun 2026 resmi dibuka di Alun-Alun Jorih Jerah, Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya ini menjadi ajang pelestarian seni dan budaya daerah sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dari 10 kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya, Putu Suranta, mengatakan pelaksanaan festival mengacu pada Keputusan Bupati Murung Raya Nomor 100.3.3.2/182 Tahun 2026 tentang Panitia Pelaksana Kegiatan Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026. Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari Anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya Tahun Anggaran 2026.
Menurut Putu Suranta, festival ini bertujuan meningkatkan semangat kebersamaan dan kerja sama masyarakat, sekaligus melestarikan serta mengembangkan seni dan budaya lokal sebagai identitas Kabupaten Murung Raya.
Kegiatan tersebut juga merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, sekaligus mempromosikan warisan budaya daerah sebagai potensi pariwisata serta memberi ruang bagi generasi muda untuk berkreasi, mengapresiasi, dan melestarikan budaya lokal.
Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026 diikuti sebanyak 412 peserta dari 10 kecamatan di Kabupaten Murung Raya. Untuk menjamin objektivitas penilaian, panitia menghadirkan 30 dewan juri yang terdiri atas enam juri dari Palangka Raya dan 24 juri lokal dari Kabupaten Murung Raya.
Festival dijadwalkan berlangsung selama lima hari dengan mempertandingkan 12 cabang lomba, termasuk permainan rakyat Balogo yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap penyelenggaraan festival ini mampu menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya daerah, mempererat persatuan masyarakat, serta mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.
(Pengki)
Posting Komentar