Evaluasi Program 2026, Puskesmas Muara Laung 1 Soroti Imunisasi dan Perilaku BABS
Puruk Cahu, Mediamura.com – UPT Puskesmas Muara Laung 1, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, menggelar kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor di Aula Puskesmas Muara Laung 1, Senin (11/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah evaluasi pelaksanaan program kesehatan sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Lokakarya dipimpin langsung oleh Kepala UPT Puskesmas Muara Laung 1, Merry, dan dihadiri sejumlah unsur lintas sektor, di antaranya Sekretaris Kecamatan Laung Tuhup Amin Kaspi Nurwahidin, S.STP, Danramil 1013-08 Laung Tuhup Serma M. Nasution, perwakilan tokoh agama dan KUA, kader kesehatan, hingga para Ketua RT setempat.
Dalam kesempatan itu, Merry menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja kesehatan sepanjang tahun 2026. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah program telah menunjukkan capaian yang cukup baik, namun masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
“Kami menyampaikan evaluasi kegiatan tahun 2026. Ada beberapa capaian yang cukup baik, namun kami juga menemukan hambatan di lapangan. Di antaranya terkait cakupan imunisasi, angka kunjungan ke Posyandu, serta kendala mendasar seperti transportasi dan keterbatasan tenaga kesehatan,” ujar Merry saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut telah dibahas bersama seluruh peserta lokakarya guna mencari solusi bersama. Ia juga menilai antusiasme masyarakat cukup tinggi, terlihat dari partisipasi aktif warga serta masukan yang diberikan oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat, termasuk saat dilakukan kunjungan langsung ke wilayah Muara Laung 1.
Salah satu isu penting yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pemahaman masyarakat terkait perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Merry menjelaskan, masih terdapat masyarakat yang beranggapan bahwa memiliki bangunan toilet sudah cukup untuk memenuhi standar sanitasi sehat.
Padahal, lanjutnya, apabila limbah dari toilet tersebut langsung dibuang ke sungai atau meresap ke tanah tanpa pengolahan yang benar, maka kondisi itu tetap tergolong perilaku BABS dan berpotensi menimbulkan penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan lokakarya mini lintas sektor ini, pihak Puskesmas berharap terjalin kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah kecamatan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan kesadaran hidup bersih dan sehat di wilayah Kecamatan Laung Tuhup.
(Pengki)
Posting Komentar