Wabup Rahmanto Muhidin Kemanusiaan Harus Jadi Jembatan di Tengah Perbedaan
Puruk Cahu, Mediamura.com — Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menegaskan pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan di atas sekat-sekat perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah pernyataan reflektif yang mengajak masyarakat untuk memperkuat empati dan solidaritas sosial, pada tanggal 19/04/2026
Menurut Rahmanto, kehidupan tidak boleh dipersempit oleh identitas semata, baik itu agama, latar belakang, maupun cara pandang. Ia menekankan bahwa iman memang menjadi fondasi penting dalam kehidupan seseorang, namun kemanusiaan adalah nilai universal yang mampu menyelamatkan dan menyatukan semua pihak.
“Dia yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan,” ujar Rahmanto, mengutip sebuah prinsip yang menurutnya harus menjadi cara berpikir dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa dalam realitas kehidupan, perbedaan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, ketika seseorang menghadapi kesulitan seperti kelaparan, musibah, atau sakit, yang dibutuhkan bukanlah identitas, melainkan kepedulian dan bantuan nyata.
“Ketika seseorang lapar, dia tidak butuh ditanya apa agamanya. Ketika seseorang tertimpa musibah, dia tidak menunggu bantuan hanya dari golongannya. Di situlah hati yang berbicara,” tambahnya.
Rahmanto juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak akan kokoh jika hanya bertumpu pada kesamaan. Justru, menurutnya, kekuatan sejati lahir dari keberagaman yang saling menjaga dan menghargai.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak terjebak pada formalitas keagamaan semata tanpa diiringi dengan empati sosial. “Jangan sampai kita rajin beribadah, tapi miskin empati. Jangan sampai kita lantang bicara kebenaran, tapi lupa memanusiakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rahmanto menyampaikan bahwa ukuran kualitas seseorang tidak hanya dilihat dari tingkat ketaatan kepada Tuhan, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan sesama manusia dan menjaga ciptaan-Nya.
Menurutnya, nilai kemanusiaan harus menjadi jembatan yang menghubungkan antara iman dan tindakan nyata. Dengan demikian, perbedaan yang ada di tengah masyarakat dapat berubah menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan yang lebih kokoh.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, semangat kemanusiaan harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
(Pengki)
Posting Komentar