Jembatan Juking Pajang Kembali Rusak, Kadis PUPR Murung Raya Soroti Minimnya Kesadaran Pengguna Jalan
Puruk Cahu, Teropong Kalteng.com – Kerusakan jembatan di ruas Jalan Juking Pajang kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Murung Raya, Paulus Karya Manginte, menegaskan bahwa kerusakan tersebut bukan semata karena faktor teknis, melainkan juga akibat ulah oknum pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan.
Hal tersebut disampaikannya saat wawancara bersama awak media di ruang kerjanya, Rabu (01/04/2026).
Menurut Paulus, pihaknya kerap menjadi sasaran kritik ketika jembatan mengalami kerusakan, padahal pemerintah telah berulang kali melakukan perbaikan. Namun, kondisi itu kembali rusak karena masih adanya kendaraan bertonase berat yang melintas, khususnya truk bermuatan berat.
“Yang pasti bukan PUPR yang bisa mencegah langsung di lapangan. Kami sudah perbaiki, tapi kemudian ada truk bermuatan berat melintas, akhirnya rusak lagi. Pertanyaannya, siapa yang bisa mencegah itu?” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi jalan dan jembatan di kawasan tersebut memang tidak dirancang untuk menahan beban berat. Bahkan, akses jalan yang ada pun belum memenuhi standar untuk dilalui kendaraan dengan tonase tinggi.
“Jalannya saja tidak memungkinkan untuk beban berat, apalagi jembatannya. Kalau dipaksakan, ya pasti rusak,” tegasnya.
Paulus juga mengungkapkan bahwa pihaknya mengetahui aktivitas kendaraan yang diduga menjadi penyebab kerusakan. Namun, ia enggan menunjuk secara langsung pihak tertentu. Ia hanya berharap adanya kesadaran bersama dari masyarakat dan pengguna jalan.
“Kami mohon kesadaran dari semua pihak. Gunakan fasilitas sesuai peruntukannya. Kalau terus dipakai tidak sesuai aturan, rusak lagi, diperbaiki lagi, begitu terus,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Jika kerusakan terus berulang akibat kelalaian pengguna, maka anggaran yang seharusnya dapat dialokasikan untuk sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan terpaksa kembali digunakan untuk perbaikan infrastruktur.
“Kalau kita semua sadar dan menggunakan sesuai aturan, anggaran bisa kita tekan dan dialihkan ke kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan sangat bergantung pada kesadaran kolektif dalam merawat infrastruktur yang ada.
“Pemerintah akan terus berupaya memperbaiki, tapi tanpa kesadaran masyarakat, semua akan sia-sia,” tutupnya.
(Jimmi)
Posting Komentar