Strategi Baru Disnaker Murung Raya Pelatihan 3 Bulan untuk Cetak SDM Siap Bersaing
Puruk Cahu, Mediamura.com — kabupaten Murung Raya – Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Murung Raya (Disnaker) terus mematangkan strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal pada tahun 2026. Langkah ini selaras dengan visi dan misi Bupati Murung Raya yang menempatkan sektor ketenagakerjaan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Kepala dinas Disnaker Murung Raya, Hendra, dalam sesi wawancara pada Selasa (4/3/2026) di ruang kerjanya menegaskan bahwa sektor ketenagakerjaan menjadi bagian penting dari sembilan visi-misi kepala daerah, khususnya dalam program yang berkaitan dengan kartu prakerja daerah.
“Dari sembilan visi-misi Bupati, salah satunya melekat di Dinas Tenaga Kerja. Berkaitan dengan itu, anggaran juga sudah disiapkan oleh pemerintah daerah melalui dinas kami,” ujar Hendra.
Pada tahun 2026, Disnaker akan memfokuskan program pada pelatihan berbasis keterampilan (skill) yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.
Tujuannya agar masyarakat yang telah menyelesaikan pelatihan dapat langsung terserap ke dunia kerja.
“Kita akan lebih fokus pada peningkatan skill. Harapannya, setelah selesai pelatihan, peserta sudah siap bekerja,” jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, Disnaker Murung Raya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan. Skemanya, dinas menyiapkan anggaran serta fasilitas pelatihan, sementara pihak perusahaan menghadirkan tenaga ahli sebagai instruktur sesuai standar industri.
Selain itu, optimalisasi peran Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi salah satu strategi utama. Melalui BLK, pelatihan akan disesuaikan dengan standar perusahaan, termasuk durasi minimal pelatihan selama 300 jam atau sekitar tiga bulan.
“Kalau perusahaan menerima karyawan, biasanya mensyaratkan minimal 300 jam pelatihan. Standar itu yang akan kita gunakan agar tenaga kerja lokal mampu bersaing,” terangnya.
Tidak hanya sampai pada tahap pelatihan, Disnaker juga mengintegrasikan peran bidang Pengantar Kerja dan Hubungan Industrial (HI). Setelah peserta menyelesaikan pelatihan di BLK, mereka akan didampingi dalam proses penempatan kerja dan dipantau untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan perusahaan.
Melalui strategi ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap dapat mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten dan profesional, sekaligus menekan angka pengangguran serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(Pengki)
Posting Komentar